MEWASPADAI gencarnya infiltrasi ajaran Syi’ah yang makin berani menampilkan eksistensinya, buku panduan MUI berjudul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia” ramai dibedah di berbagai provinsi. Ahad (15/12/2013), bertempat di Masjid Nurul Islam (Islamic Center Bekasi), buku panduan MUI ini pun dikupas tuntas.
Menghadirkan Drs. Muhammad Faiz, MA dari Komisi Fatwa dan Pengkajian MUI dan Anung Al Hamat, Lc, Ketua MIUMI DKI Jakarta, acara bedah buku ini mengungkap trik utama Syi’ah dalam menjaring pengikutnya lewat isutaqriib .
Menurut Muhammad Faiz, isu taqriib Sunni dan Syi’ah adalah omong kosong belaka.
“Isu taqriib ini menjadi virus, kita (Ahlussunnah) yang dipaksa mendekati Syi’ah, tapi Syi’ah tidak mendekati kita. Taqriib Sunni-Syi’ah hanya omong kosong,” ujarnya.
Mubaligh yang besar dengan tradisi Nahdlatul Ulama ini menyatakan ada dua faktor penyebab mengapa taqriib Sunni dan Syi’ah tidak mungkin dilakukan.

Baca artikel  selengkapnya di KISAH KARBALA tafhadol
“Yang pertama adalah perbedaan mendasar pada masdaruttalaqqi fil ‘aqo’idi wal ahkam (sumber ajaran aqidah dan hukum), mereka ini gembar gembor bahwa ada mushaf Ali atau Mushaf Fatimah yang berbeda dengan Al Qur’an kita sekarang. Kedua adalah persoalan Imamah, kalau benar bahwa Ali ra. menerima mandat di Ghadir Quum sebagai khalifah, mestinya kejadiantsaqifah bani sa’idah tidak perlu terjadi,” jelasnya.
Sebagai penutup, Muhammad Faiz menyampaikan sebuah statement.
“Perbedaan kita dengan Syi’ah bukan untuk ditoleransi, tapi untuk diamputasi.” [eza/Islampos]
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: